Heboh Korban `Makan Mahal` di Anyer - Portal Berita Terupdate dalam dan Luar Negeri

Follow Me

Heboh Korban `Makan Mahal` di Anyer



Memang jika perut sudah lapar, tentu kita tidak terpikir lagi untuk memilih-milih restoran, yang terpenting perut bisa terisi.
Nah, jika sudah seperti ini usahakan tetap memeriksa daftar harga. Jika restoran tidak mencantumkannya di daftar menu, ada baiknya langsung ditanyakan ke pelayan.
Dengan begitu Anda bisa terhindar kenakalan si pemilik restoran yang mematok harga sesuka hati begitu selesai makan.
"Kita mengimbau wisatawan agar masuk ke rumah makan yang mencantumkan lengkap menu beserta harga, kalau tidak, ada jangan makan di situ," kata Ketua Perhimpunan Hotel dan Restaurant Indonesia (PHRI), Serang, Hardomo mengimbau.
Hardomo mengaku pihaknya telah memberi masukan kepada dinas terkait untuk membuat peraturan agar rumah makan di Anyer mencantumkan lengkap menu dan harga.



Beredarnya kabar harga makanan supermahal di kawasan wisata Anyer membuat Wakil Bupati Serang, Ratu Tatu Chasanah, gusar. Sebagai penguasa wilayah, Ratu Tatu akan terjun langsung dan melakukan pemantauan harga di rumah makan yang berada di sekitaran Pantai Anyer.
Ratu Tatu mengaku sudah melihat bon makanan yang banyak diberitakan itu. Namun adik terdakwa korupsi Ratu Atu Chosiyah ini mengaku tidak percaya dengan harga yang tertera dalam selembar kertas putih itu.
Sehingga dia akan membuktikan dengan mata kepalanya sendiri. "Iya saya lihat bonnya, harganya nggak masuk akal. Setelah ini kita akan turun langsung kesana," ujar Tatu usai menghadiri acara ulang tahun koperasi ke-67 di Anyer.
Menurut Tatu, harga makanan yang tertera dalam bon itu tak masuk akal. Untuk ukuran porsi makan seperti itu, kata dia, harga yang tertera sudah tergolong sangat mahal. "Saya sering makan di sini, tapi harganya nggak segitu. Setiap tahun pasti ada saya makan di sini," kata Tatu.


Beredarnya bon makanan mahal Anyer di sosial media, Facebook, membuat cemas para pemilik rumah makan di sekitaran jalan raya Anyer, Banten. Mereka takut hal itu dapat mengancam usahanya.
Imas, salah seorang pemilik rumah makan 'Teh Imas' yang berada di tepi Jalan Raya Anyer merinding melihat mahalnya harga yang tertera pada bon yang tersebar di Facebook.
"Merinding saya lihatnya, mahal banget ikan bakar sampai 400 ribu," kata Imas.
Imas tidak percaya kalau bon makan itu dari rumah makan yang berada di area wisata Pantai Anyer. Karena di dalam bon tidak tercantum nama rumah makan. "Kalau di sini walau rumah makan lesehan kecil, pasti ada nama rumah makannya di bon," kata Imas.
Dia kini merasa resah akibat tersebarnya bon tersebut. "Yah pengunjung bisa nggak datang lagi karena takut. Bisa bangkrut dan tutup usaha kita semua di sini," ujarnya.

previous article
Posting Lebih Baru
next article
Posting Lama



Comments
0 Comments

Posting Komentar

Nama

Email *

Pesan *

ssss