Mengenal Jenis-Jenis Cargo dan Definisinya

Mengenal Jenis-Jenis Cargo dan Definisinya

Istilah cargo tentu sudah sangat familier di telinga Anda. Layanannya pun bisa ditemukan di mana saja di penjuru Indonesia, seperti cargo Surabaya, Jakarta, Medan, dan lainnya. Hanya saja, kebanyakan orang masih menganggap bahwa cargo adalah layanan transportasi yang digunakan untuk mengirimkan barang, yaitu pesawat, truk, atau kapal. Padahal, ternyata bukan, lho!

Karena itu, untuk memperdalam pemahaman Anda mengenai apa itu cargo serta apa saja jenis-jenisnya, mari simak penjelasannya di bawah ini. Selamat membaca!

Apa Itu Cargo?

Cargo atau kargo sebenarnya mengacu pada barang (goods) yang dikirim melalui udara (pesawat), laut (kapal), maupun darat (truk kontainer) dan biasanya dikirim untuk kebutuhan perdagangan antar wilayah, baik itu di dalam negeri atau di luar negeri (ekspor-impor). Jadi, bisa disimpulkan bahwa cargo adalah barang yang dikirim. Dan tentunya, ada biaya yang ditentukan untuk setiap pengiriman cargo, dengan harga yang berbeda-beda. Anda bisa cek ongkir dulu untuk memastikannya.

Jenis-Jenis Cargo

Secara umum, cargo sendiri dibedakan ke dalam dua kategori utama, yaitu general cargo dan special cargo. Di samping itu, apabila mengacu pada pelayanan dan jenis produk, cargo dapat dikategorikan ke dalam beberapa jenis, yaitu general cargo, special shipment, hingga specialized cargo products.

Berikut ini adalah penjelasan untuk beberapa jenis cargo yang umum dikirimkan oleh berbagai layanan cargo, baik itu di Indonesia maupun di dunia.

  1. General cargo. Jenis cargo yang satu ini merupakan cargo atau barang kiriman biasa, serta tidak memerlukan penanganan khusus. Meski demikian, cargo jenis ini tetap wajib memenuhi persyaratan serta keamanan yang telah ditentukan. Beberapa contoh general cargo misalnya barang-barang perlengkapan rumah tangga, peralatan kantor, kain dan pakaian, peralatan olahraga, dan sebagainya.
  2. Special cargo. Special cargo merupakan barang kiriman yang memerlukan penanganan khusus, alias special handling. Umumnya, special cargo dikirim melalui jalur udara, sehingga jenis cargo yang satu ini pun wajib memenuhi persyaratan serta penanganan khusus yang telah ditetapkan oleh IATA maupun pengangkutnya. Jenis barang yang masuk ke dalam kategori special cargo ini seperti AVI, DG, HEA, PER, dan PESPEM.
  3. Irregularity cargo. Mengacu pada ketentuan dari SBU Garuda, yang dimaksud dengan irregularity cargo adalah cargo yang terlibat dalam permasalahan dalam proses penanganannya, atau cargo yang penanganannya di lapangan menyimpang sehingga tidak sama dengan aturan yang telah ditetapkan (SOP). Singkatnya, Anda bisa simpulkan kalau jenis cargo yang satu ini sudah dalam proses pengiriman atau penerimaan, namun ada yang tidak beres dalam prosesnya.

Contoh irregularity cargo adalah sebagai berikut.

  1. Missing cargo, yaitu barang kiriman yang tidak dapat ditemukan (missing atau hilang). Berdasarkan sumber pemberitahuannya, maka jenis “irregularity”-nya dapat dibedakan menjadi:
  • Missing di origin station (stasiun pemberangkatan/asal), yang berarti bahwa cargo hilang di stasiun asal.
  • Missing di destination station (stasiun kedatangan), yang berarti bahwa cargo hilang di stasiun yang dituju.
  1. Damaged cargo, yaitu cargo yang ditemukan, namun dalam kondisi rusak, baik itu secara keseluruhan maupun dari kemasan, isi, hingga mutu cargo itu sendiri. Jenis-jenis damaged cargo adalah sebagai berikut:
  • Pilferage, yaitu cargo yang isinya rusak atau hilang.
  • Spoiled, yaitu cargo yang kerusakannya menyebabkan barang tak lagi bisa dimanfaatkan (hancur).
  • Torn, yaitu cargo yang kemasannya robek, namun belum bisa dipastikan apakah isinya hilang atau masih lengkap.
  • Breakage, yaitu cargo yang pecah. Jenis cargo yang berisikan barang pecah belah biasanya memiliki label bertuliskan “fragile”.
  • Mortality, yaitu cargo berisi hewan hidup yang ketika diterima di stasiun tujuan, sudah berada dalam kondisi mati.
  • Deterioration, yaitu jenis perishable cargo (daging ikan untuk dikonsumsi, sayur, bua, dsb) yang mengalami merusakan mutu.
  1. Overload cargo, yaitu jenis cargo yang sudah memiliki kelengkapan dokumen yang dibutuhkan untuk pengiriman/pemberangkatan, namun pengirimannya tertunda lantaran kapasitas muatan pesawat yang sudah mencapai batas.
  2. Found cargo, yaitu jenis cargo yang ditemukan di stasiun tertentu, namun bukan stasiun tujuannya (cargo “nyasar).

Nah, itulah beberapa jenis cargo yang umum bisa Anda temukan di luar sana. Semoga informasinya bermanfaat, ya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *